Jumat, 30 September 2016

Kepulanganku Ke Rumah

Beberapa waktu lalu aku menghadiri reoni sekolah, "rumah" kami menyebutnya. Kembali kesana menamparku akan banyak hal yang terlupa, dari sekian banyak mereka yg sudah berhijrah.

Aku sadar bahwa apa yang aku irikan beberapa tahun ini salah, tentang banyak nikmat duniawi, tentang hidung orang yg mancung, badan orang yg tinggi, tentang begono dan begini dan kesempurnaan lainnya .

Harusnya aku sadar pada siapa seharusnya aku menjatuhkan rasa iri. Wakeup sit!
Aku jadi mengingat pembicaraan dengan seorang teman saat kami menjadi pagar ayu diacara pernikahan teman "sit , liat deh cantik bgt yaa ... cowoknya juga ganteng, perfect!" Bisik2 menghadap ke wanita tinggi, langsing, putih, cantik, dengan baju sedikit terbuka.
"Gilss iya cantik bgt yak, bikin iri😍" jawabku, dia membalas lagi " iya sih jadi iri tapi yaaa orang yang kyak gitu di dunianya aja cantik nanti diakhirat gmana, seberapa cantik wanita di dunia klo ga cantik dimata Allah sama aja  boong" aku mengiyakan dan berfikir dalam hati benar juga.

Aku berfikir dan trus berfikir ternyata pepatah "suul huluqi yu'di" (perbuatan buruk menular) dan "man tasyabaha biqowmin fahuwa minhu" (barang siapa yang menyamai seorang dia sama saja dng org itu) itu benar, beberapa hari saja kembali kesana membuatku mengingat banyak yg terlupa dan banyak lagi.

Malam ini aku masih iri dengan yang katanya cantik duniawi itu😧aku hanya tertawa lalu istigfar dalam hati, tidak ada lagi kata IRI pada mereka, Hati aku yang sedang rusak💔hatiku yang sedang sakit💔ya Allah ihdini ila shirotol mustaqim.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda