Sepanjang Jalan
kita memulai dari titik yang sama, akan pula menuju tujuan yang sama
tapi takdir membawa kita melewati jalan yang berbeda, akankah kita tetap menjadi sahabat???
dengan jalan fikiranmu dan jalan fikiranku yang tak lagi sama, apa jalan ku lebih berat mencapai kesuksesan dunia dan kau selalu bicara tentang kesuksesan ahirat, apa bekalku sekarang tak seimbang, lalu bekal duniamu banjir karena persiapan ahiratmu???
lalu, kamu bilang apa!!! dulu kamu banayak belajar dari aku, bagaimana jika sekarang aku yang banyak belajar dari kamu, karena jalan yang aku lewati sekarang tidak lagi terpaut pada bekal akhirat, kamu setuju kan sahabat??? bagaimana jika kita terhubung kembali di pertigaan jalan, kita bergandengan tangan, agar bekal dunia dan ahirat ku seimbang, begitu pula bekalmu, jika aku berlebihan dari batasan ahirat cubit saja yaa..
atau, kamu malah sekarang menjauh karena hanya jalan fikiran kita berbeda, dan kau hanya tersenyum ketika bertemu di pertigaan jalan, lalu kau berlalu begitu saja. Ah aku yakin kamu tidak akan begitu, sahabat selalu tau tempat untuk berlabuh...
Kalau kamu yang lain, kenapa kamu diam saja, aku tanya, aku cemas, kamu diam saja, tidak ada lagi panjang lebar cerita yang dulu sering kita lakukan, atau tangisan dan candaan yang dulu, kamu tau tidak??? kamu special kaena denganmu saja air mata ku bisabegitu saja turun dengan derasnya tak ada kata hanya air mata disusul kalimat yang terbata-bata.
Bukan, bukan tak ada lagi kata, hanya aku yang terlalu sibuk, ah aku ingin sekali sebenarnya, lagi-lagi aku menyalahkan waktu, apa kamu tidak ingin menjadikan aku pelabuhan cerita mu lagi? apa tak ada lagi yang dapat kita bicarakan? sehingga kamu begitu dingin, atau ada yang menngganti posisiku?
Jika ada semoga bisa menjadi sahabat yang lebih baik, setidaknya tidak seperti aku yang lalai walau hanya bertanya kabar, aku selalu ada untuk saat ini, esok dan nanti, kamu tidak perlu merasa tidak enak, hanya memang tak ada yang dapat aku ceritakan saat ini, kehidupan ku begini saja, semua permata hati pun sudah diambil sang empunya
Setidaknya kita bisa kembali seperti dulu lagi, atau semua telah berubah???
kalian akan kembali kan?? kita akan kembali kan seperti dulu.... lalu, bersamaa-sama di sepanjang jalan nanti, melewati setiap waaktu, menjadi saksi sejarah kehidupan ku, kamu, dan kamu.

1 Komentar:
Ijin komen ye, neng. Hahah
Sahabat lo ga akan pergi ninggalin lo sendiri kok. Mungkin saat ini, dia jg tengah sbuk dengan sgala macam urusannya. Tapi yakin aja deh, dia akan selalu ingat dan akan tetap menganggap lo sahabat. Selamanya. Yaah, karena sahabat memang nggak akan pernah terpisah.
Jarak bukan masalah. Lo pasti pnya kontak batin dengannya.
Ga usah mempersalahkan diri lo, ataupun waktu. Cukup dengan menyelipkan namanya dalam doa lo, itu jauh lebih baik. Sahabat lo, yg ada d belahan negara sna, ga akan lupa sama lo kok. Akan selalu anggep lo sahabat. Sekarang dan selamanya.
Bijak bnget gue. Hahah
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda