Kamis, 01 Mei 2014

tentang rasa

Takut...
aku hanya takut kita menjadi orang lain
hanya karena waktu dan jarak ribuan Km
tersenyum pada gelas kosong
kosong dan berdebu


Asing...
aku takut menjadi pasi pada ujung keramaian
basi terlampau oleh kata
membakar pucuk-pucuk pesona yang ada
ohh jangan sampai nestapa

Maka....
berlarilahh... genggamlah erat...
karena semakin jauh kita berlari
kita akan terbang tinggi dan lebih tinggi
saat itulah rembulan merekah diatas samudra
memerah dengan senyuman manja
lembahyung lampu menghiasi malam
membiaskan sisa- sisa keindahan

Cemas....
hanyutkan perahu kertas pada genangan air depan rumah
hanyut bersama derasnya hujan
lalu, dibawa kemana  harapanku??
aku merujuk pada gemilang bintang yang di selimuti jubah hitam malam

Hambar...
jangan sampai membuat semua menjadi mati
membuat siasat bagaimana manis tetap terjaga
tapi, sampai kapan??
dan sampai kapan???

Dingin...
terlalu dingin untukku
rindu bertumpuk-tumpuk membeku
namun hati tak sebesar samudra
pecahlah iya menjadi air mata
selimut tak selau dapat diandalkan
aku tetap menggil karena malam ini begitu dingin

Lalu
mengapa air laut begitu asin padahal semua sumbernya berasal dari sungai yang mengalir di daratan???
semuanya tentang rasa, mungkin sebaiknya aku belajar mensiasati apa yang aku rasa



Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda