Rabu, 29 Januari 2014

"suit jalan"


sudah hamper tengah malam, lampu kamar masih terang benderang mengalahkan cahaya bulan, entah malam ini bulan bersinar atau tidak, karena ahir-ahir ini Jakarta dilanda hujan yang berkepanjangan. Selimut dirapatkan,karena malam semakin dingin, ditambah udara dari Ac melengkapinya.Malam ini saya tersenyum, memikirkan dua anak perempuan yang tadi pagi bermain di depan pintu gerbang rumah, permainan yang sering saya main kan dulu.

Mungkin semua permainan pada masa kecil amat begitu special, tapi ada beberapa permainan yang ketika kita mengingatnya akan membuat kita tersenyum sendiri tanpa sebab, iya sebabnya adalah kenangan dan kesan yang ada.“Suit Jalan” pernah dengar???pernah main??? Mungkin, tidak semua anak mengetahui permainan ini, apalagi anak zaman sekarang yang terpaku dengan kecanggihan teknologi.

Karena itu saya               saya jelaskan lagi apa itu permainan “suit jalan”, permainan ini dilakukan 2-4 orang, permainan ini mengutamakan suit, oh iya, ngomong-ngomong tentang suit, coba kita simak tata bahasanya “suit” ,aneh yah!!! suit dapat dilakukan dengan memilih tiga macam jari, yaitu jari kelingking, telunjuk dan ibu jari bias juga suit cina yaitu gunting, batu dan kertas.

jadi suit itu adalah sifat dari tokoh-tokoh yaitu: Kelingking = semut, Telunjuk = manusia, Ibu jari= Gajah. Sedangkan suit cina, gunting= telunjuk dan jari tengah, kertas= membuka semua telapat tangan, batu= menggepal semua jari.

Kekuatan masing – masing:
1. Kelingking (Semut) menang melawan Ibu Jari (Gajah)
2. Ibu jari (Gajah) menang melawan Telunjuk (Manusia)
     3. Telunjuk (Manusia) menang melawan Kelingkin (Semut). Dalam suit china
A. Gunting menang melawan Kertas
B. Kertas menang melawan Batu
C. Batu menang melawan Gunting.

Balik saja semua dari kekuatan masing – masing diatas Skenario kejadian ilmiah tentang 3 divisi dominan ras di ”Suit”:

1.Semut kalah sama manusia karena dipijak  
2.Manusia kalah sama gajah karena dipijak    
3.Gajah kalah sama semut karena digigit  
    
     Dalam suit china   

A. Kertas kalah karena Digunting
B. Batu kalah karena di Bungkus
C. Gunting kalah karena di Timpuk

Note: semut kenapa tidak dipijak sama gajah ? karena gajah tak bisa melihat kebawah kakinya, tetapi  gajah lebih mudah menginjak manusia karena lebih besar di banding semut ,dan keakuratan pijakan gajah kurang baik daripada manusia.

     Aduhh,, kok malah ngoceh tentang suit sih, hehe.oke lanjut lagi ke permainan “suit jalan”, jika yang bermain 2orang, diantara mereka suit, yang menang berhak melompat satu langkah,jika yang bermain 4orang, 2orang melakukan suit dan 2rang lainnya yang melompat, dimulai dari garis start, dan pemenang ditentukan oleh siapa yang pertama menginjak garis finish yang ditentukan.
    
     Cerita ini terjadi saat saya duduk di bangku kelas 4 SD, di sebuah madrasah ibtidayah, jilbab putih dan rok panjang berwarna hijau tidak mengahalangi kecerian masa kanak-kanak dulu. Seperti biasa jika bel istirahat berbunyi, semua murid berhamburan keluar, murid laki-laki bermain dengan murid laki-laki, dan murid perempuan bermain dengan murid perempuan.

     Saya dan teman-teman, telah merencanakan untuk bermain suit jalan, pintu kelas kami tutup antisipasi jika ada anak laki-laki yang masuk, karena secara tidak langsung ketika melopat kami harus mengangkat rok kami tingi-tingi, hehe.

     Kami melakukan permainan yang dilakukan oleh 4orang,saat itu saya mendapatkan posisi sebagai pelompat, ketika kami sama- sama hampir mendekati garis finish, dan saya harus melompat dengan target menginjak finish, semua bersorak “sitaaa,,,sitaa,,sitaa,, ayokk sitt!!!”.

rok pun saya angkat tingi-tingi, dan satu, dua, tiga, kleeekkk!!!! Pintu tebuka, betapa malunya saya, seorang kakak kelas laki-laki masuk dan berlari kejar-kejaran bersama temannya, semua mata terbelalak, lalu disusul dengan tawa, merasa bersalah kakak kelas itu pergi dan meminta maaf.

“sitaaa,, kok mukanya merah? Ih tadi kakaknya lihat gak ya??”celoteh seorang teman, sejak saat itu saya sadar, jika sseorang malu maka wajahnya akan memerah, untuk yang pertama kalinya wajah merah itu terlihat, dan untuk seterusnya, ekspresi malu selalu saya sembunyikan (walaupunketahuanjuga), takut-takut menyamai kepiting rebus, mengalahkan cantiknya mawar merah, dan memporak porandakan bagi yang melihat, hehe(gr.com).



Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda