ayah
Cerita
ayah
Langit
telah membentangkan jubah hitamnya, bahkan telah memasuki peredaraanya, tetapi
sampai saat ini aku belum dapat memejamkan mataku. “tiap helai daun yang terjatuh telah tercatat sebagai takdirnya dan itu
dalam kekuasaanya. Yakinlah nak, bahwa semua yang Allah berikan adalah yang
terbaik, meski yang terbaik tak selalu indah” kata-kata inilah yang
terngiang di telingaku, mengingatkan ku pada seorang laki-laki yang
pandangannya amat menyejukan.
Lelaki
berkulit sawo matang itu, dengan garis wajah bijaksana, berjalan dengan
gagahnya, biasanya aku sapa dengan sebutan “ayah”. Entah berapa belas tahun aku
mengenalnya, seseorang yang keras wataknya, seringkali kata-kata kasar
melengkapi piawaknya, tapi suatu ketika berubah bak malaikat di surga.
Hari itu, saat ibu meninggalkan
senyum terakhir diatas pusaranya, saat itu juga untuk yang pertama kalinya, aku
lihat sosok lain dari seseorang yang aku anggap begitu tegar, butiran bening
jatuh membasahi pipinya, kemudian sesegera mungkin dihapusnya, mungkin takut
anak-anaknya melihat.
Sejak
hari itu aku sadar, bahwa segala tawa adalah topeng dibalik mata teduhnya, mata
terkadang cukup menjadi isyarat untuk megetahui keadaan seseorang, bahwa sisi
yang begitu lembut ada pada seorang ayah yang hamper tidak pernah tampak.
Disaat
aku merasakan perasaan yang begitu hancur, ayalah malaikat tanpa sayap yang
membuat aku melihat sisi bahagia dari apa yang aku dapat, bahwa kita harus
memliki rasa sukur, dengan sebaik-baiknya penerimaan.
Karenanyalah aku sadar, bahwa jalan
masih panjang,dan mimpi-mimpi seluas samudra.Aku menangis saat ayah meminta aku
membantunya menjadi dua posisi dalam satu sosok, menjadi sosok seorang ayah dan
ibu untuk kami, agar tanggung jawab terebut terlaksana dengan baik.
Ayah… andai aku mampu, kuingin
memotong waktu dan jarak, agar bisa segera bertemu denganmu.
Anakmu didalam perantauan
*ini pertama kalinya bikin cerpen, ckckc
Label: cerita

2 Komentar:
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda