Senin, 03 Februari 2014

sweet seventeen


Jika mendengar kata-kata “sweet seventeen”, jika belum merasakannya pasti akan senyum-senyum membayangkan betapa telah dewasanya ketika menemukan keaadaan itu, dan  yang kembali mengenangnya pasti merasa sudah tua, seperti saya, hehe. Mengingatnya kembali sweet seventeen, di asrama, sekolah yang melarang keras merayakan ulang tahun, dan barang siapa yang merayakannya dikenai hukuman yang berat. Saya berfikir sweet seventeen tidak akan mengesankan, begitu saja terlewati, hambar.   
                                           

Dugaan saya salah, takdir berkata lain, dan beginilah ceritanya, ,,,
Sweet seventeen saya bertepatan pada masa ujian kelulusan biasa disebut “imtihan nihai”, mungkin jika di SMA SMK, atau sekolah yang mengikuti pemerintah setara dengan UN (ujian Negara), tetapi karena sekolah saya berdiri sendiri, dengan soal ujian sendiri, dan peraturan sendiri. Terdiri dari 23 pelajaran, 2pelajaran untuk setiap harinya, persiapannya pun melebehi persiapan skripsi *mungkin, sebelunya kami seangkatan di karantina (di tempatkan husus) selama dua bulan, tujuannya adalah agar jiwa berlomba-lomba itu bangkit, dan lingkungan belajar lebih kondusif karena ujian nihai ini lebih dulu dari ujian murid-murid yang lain, ditambah lagi dengan guru pembimbing yang selalu menemani dan siap membantu jika ada pelajaran yang kurang di mengerti.

Saya ingat betul, besok dimana saya ulang tahun akan menghadapi ujian sejarah dan matematika, yang mana MTK adalah pelajaran yang amat sulit bagi kami, karena menurut saya pembelajaran umum di sekolah saya kurang efektif, mungkin lebih condong ke ilmu agama, dan bahasa arab. Sebelumnya saya sudah dengar dari kabar burung bahwa nanti malam akan ada sesuatu untuk saya, iya saya takut, saya takut jika ada perayaan dan KETAHUAN!!! Waw,, sudah mau lulus masih coba-coba, tidak lucu bukan???

Ini entah rezeki saya atau bagaimana, sudah beberapa hari ini, guru pembimbing tidak bersama kami di karantina, dan berarti AMAN!!! Untuk melakukan atraksi penyiksaan saya, hehe alay dkit. Malam itu saya dan dwi (teman sekamar saya) belajar bersama, memang tujuan kami mencari teman yang ahli dalam MTK dan berharap ia tidak keberatan membagi sedikit ilmunya, biasanya teman-teman kami yang masuk asrama setelah lulus SMP dapat mengikuti pelajaran, akhirnya kita mengikuti rombongan belajar bersama mega dan kawan-kawan.

Tidak terasa waktu begitu cepat, TENG..TENG,,TENG!!! Bel jam 12malam pun berbunyi, (disekolah saya memang memakai system bel, jd segala sesuatu ditandai dengan bel, makan, solat, sekolah ada belnya) dan kami mengahiri belajar kami dan pulang ke kamar masing-masing untuk istirahat atau melanjutkan belajar.

Setelah sampai kamar, saya meletakkan buku MTK saya dan menggantinya dengan buku sejarah, lalu dwi mengagetkan saya “siteng,, (panggilan saya)mau belajar dimana, bareng dong!!! “ayukk,,di tempat biasa” kami pun keluar  bersama, dan SATU DUA TIGA langkah menjauhi kamar, “AW..” jadilah telur melabuh diatas kepala saya, disusul dengan air bekas kopi, kuah mie rebus, air comberan, argh entah apalagi.

Naas, saya menjadi tontonan karena tepat di depan kamar karantina lapangan, dan saya berlarian menjauhi hal-hal yang akan berlabuh di tubuh saya, mungkin jika boleh membawa elektronik dulu kejadian itu sudah diabadikan dalam saksi bisu berbentuk kertas, amat disayangkan kenangan itu hanya ada dalam ingatan dan hati saya, dan dengan tulisan ini insyaAllah akan mengharumkan kenagan itu.

Cerita saya belum berakhir sampai disini, setelah itu saya menangis karena tidak ada yang mau menemani saya ke kamar mandi setelah apa yang mereka lakukan,eitssss jangan salah sangka dulu, kamar mandi di asrama itu seram loh!!! Coba yah bayangkan,  puluhan kamar mandi berjejer  dengan jemuran luas di depannya,belum lagi baju-baju yang menggantung di jemuran, hiii.

Sebenarnya tangisan ini adalah rasa haru, atas kejutan dan rasa sayang semua, belum lagi kue ulang tahun (yg dipesan sarah secara illegal, lewat pak pujud, karyawan yang dekat dengan kami karena sering membantu ketika kami di organisasi (osis)dulu )dan  kado-kado yang menyusul, Alhamdulillah ya Allah betapa besar nikmat yang engkau berikan, atas kasih sayang yang  terlimpah tiada tara.

makasih semuanya, makasih sahabat-sahabat ku, sartul,barid, depok, onchi, kiko, taul, petro’, najek, dan yang tidak bias saya sebutkan namanya, luv yu ollll,,,,,:*(nmanya aneh2 karena nama pangilan semua, nma pangilan saya pun aneh… sita->siteng, hehe).

Salam hangat
jakarta

*maaf baanget lah ceritanya ngebosenin, huhuhu:'( 
msh dalm pross belajar, hehe



salah satu kerjaan anak-anak, ada yg harus disensor hehe
untuk kado2 nya lihat di http://dwisita.tumblr.com/ 
*maaf semua kado ga bisa di upload


Label:

1 Komentar:

Pada 23 Februari 2014 pukul 17.04 , Blogger Bang Ical mengatakan...

Haha.. kocak abizz

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda