sweet seventeen
Jika mendengar kata-kata “sweet seventeen”, jika belum
merasakannya pasti akan senyum-senyum membayangkan betapa telah dewasanya
ketika menemukan keaadaan itu, dan yang
kembali mengenangnya pasti merasa sudah tua, seperti saya, hehe. Mengingatnya
kembali sweet seventeen, di asrama,
sekolah yang melarang keras merayakan ulang tahun, dan barang siapa yang
merayakannya dikenai hukuman yang berat. Saya berfikir sweet seventeen tidak akan mengesankan, begitu saja terlewati,
hambar.
Dugaan saya salah, takdir berkata
lain, dan beginilah ceritanya, ,,,
Sweet seventeen saya bertepatan
pada masa ujian kelulusan biasa disebut “imtihan nihai”, mungkin jika di SMA
SMK, atau sekolah yang mengikuti pemerintah setara dengan UN (ujian Negara),
tetapi karena sekolah saya berdiri sendiri, dengan soal ujian sendiri, dan
peraturan sendiri. Terdiri dari 23 pelajaran, 2pelajaran untuk setiap harinya,
persiapannya pun melebehi persiapan skripsi *mungkin, sebelunya kami seangkatan
di karantina (di tempatkan husus) selama dua bulan, tujuannya adalah agar jiwa
berlomba-lomba itu bangkit, dan lingkungan belajar lebih kondusif karena ujian
nihai ini lebih dulu dari ujian murid-murid yang lain, ditambah lagi dengan
guru pembimbing yang selalu menemani dan siap membantu jika ada pelajaran yang
kurang di mengerti.
Saya ingat betul, besok dimana saya
ulang tahun akan menghadapi ujian sejarah dan matematika, yang mana MTK adalah
pelajaran yang amat sulit bagi kami, karena menurut saya pembelajaran umum di
sekolah saya kurang efektif, mungkin lebih condong ke ilmu agama, dan bahasa
arab. Sebelumnya saya sudah dengar dari kabar burung bahwa nanti malam akan ada
sesuatu untuk saya, iya saya takut, saya takut jika ada perayaan dan
KETAHUAN!!! Waw,, sudah mau lulus masih coba-coba, tidak lucu bukan???
Ini entah rezeki saya atau
bagaimana, sudah beberapa hari ini, guru pembimbing tidak bersama kami di
karantina, dan berarti AMAN!!! Untuk melakukan atraksi penyiksaan saya, hehe
alay dkit. Malam itu saya dan dwi (teman sekamar saya) belajar bersama, memang
tujuan kami mencari teman yang ahli dalam MTK dan berharap ia tidak keberatan
membagi sedikit ilmunya, biasanya teman-teman kami yang masuk asrama setelah
lulus SMP dapat mengikuti pelajaran, akhirnya kita mengikuti rombongan belajar
bersama mega dan kawan-kawan.
Tidak terasa waktu begitu cepat,
TENG..TENG,,TENG!!! Bel jam 12malam pun berbunyi, (disekolah saya memang
memakai system bel, jd segala sesuatu ditandai dengan bel, makan, solat,
sekolah ada belnya) dan kami mengahiri belajar kami dan pulang ke kamar
masing-masing untuk istirahat atau melanjutkan belajar.
Setelah sampai kamar, saya
meletakkan buku MTK saya dan menggantinya dengan buku sejarah, lalu dwi
mengagetkan saya “siteng,, (panggilan saya)mau belajar dimana, bareng dong!!!
“ayukk,,di tempat biasa” kami pun keluar
bersama, dan SATU DUA TIGA langkah menjauhi kamar, “AW..” jadilah telur
melabuh diatas kepala saya, disusul dengan air bekas kopi, kuah mie rebus, air
comberan, argh entah apalagi.
Naas, saya menjadi tontonan karena
tepat di depan kamar karantina lapangan, dan saya berlarian menjauhi hal-hal
yang akan berlabuh di tubuh saya, mungkin jika boleh membawa elektronik dulu
kejadian itu sudah diabadikan dalam saksi bisu berbentuk kertas, amat
disayangkan kenangan itu hanya ada dalam ingatan dan hati saya, dan dengan
tulisan ini insyaAllah akan mengharumkan kenagan itu.
Cerita saya belum berakhir sampai disini, setelah itu saya
menangis karena tidak ada yang mau menemani saya ke kamar mandi setelah apa
yang mereka lakukan,eitssss jangan salah sangka dulu, kamar mandi di asrama itu
seram loh!!! Coba yah bayangkan, puluhan
kamar mandi berjejer dengan jemuran luas
di depannya,belum lagi baju-baju yang menggantung di jemuran, hiii.
Sebenarnya tangisan ini adalah rasa haru, atas kejutan dan rasa sayang
semua, belum lagi kue ulang tahun (yg dipesan sarah secara illegal, lewat pak
pujud, karyawan yang dekat dengan kami karena sering membantu ketika kami di
organisasi (osis)dulu )dan kado-kado
yang menyusul, Alhamdulillah ya Allah betapa besar nikmat yang engkau berikan, atas
kasih sayang yang terlimpah tiada tara.
makasih semuanya, makasih sahabat-sahabat ku, sartul,barid,
depok, onchi, kiko, taul, petro’, najek, dan yang tidak bias saya sebutkan
namanya, luv yu ollll,,,,,:*(nmanya aneh2 karena nama pangilan semua, nma
pangilan saya pun aneh… sita->siteng, hehe).
Salam hangat
jakarta
*maaf baanget lah ceritanya ngebosenin, huhuhu:'(
msh dalm pross belajar, hehe
salah satu kerjaan anak-anak, ada yg harus disensor hehe
untuk kado2 nya lihat di http://dwisita.tumblr.com/
*maaf semua kado ga bisa di upload
Label: cerita


1 Komentar:
Haha.. kocak abizz
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda