Pertikaian Hati
Sudah sejak
lama aku berdiam diri disini, masih menunggu sejak aku tau bahwa yang aku tunggu
takkan pernah datang kembali. Apakah berdamai dengan semua kenangan harus
secepat angin yang berhembus kemudian menjatuhkan daun begitu saja ??? tidak
bukan.
Aku bukan
terhenti, aku sedang berusaha mencoba, bukan mencoba berlari, tapi mencoba bertahan, tersenyum dan membuat
kertas baru, lebih tepatnya hati yang baru. Apa yang kau sembunyikan dari
matamu??? Sesuatu yang tak boleh aku sibak, karena aku tau bahwa semua tidak
jujur, bahwa ada sakit yang sama-sama ditinggalkan.
“Berhentilah
bermain-main dengan kenangan, Bangkitlah..” jiwaku memberontak membuncah ruah,
dari satu sisi yang lain ingin tetap bertahan, untuk kali ini logika tolong
menangkankan pertikaian hati, jangan biarkan perasaan mengalahkan lagi apa yang
seharusnya kau menangkan.
Kulipat kertas
yang sedari tadi aku torehkan namanya, kubuat perahu kecil dan mengalir bersama
genangan air, biar hujan ini menjadi saksi, bahwa aku telah berdiri dan
berjalan pulang, tidak ada lagi kata menunggu. Aku telah berlajar berserah diri
bahwa bentuk takdir yang kita temui, semua diciptakan untuk tujuan yang baik.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda