Kamis, 11 Juni 2015

Pertikaian Hati

Sudah sejak lama aku berdiam diri disini, masih menunggu sejak aku tau bahwa yang aku tunggu takkan pernah datang kembali. Apakah berdamai dengan semua kenangan harus secepat angin yang berhembus kemudian menjatuhkan daun begitu saja ??? tidak bukan.

Aku bukan terhenti, aku sedang berusaha mencoba, bukan mencoba berlari,  tapi mencoba bertahan, tersenyum dan membuat kertas baru, lebih tepatnya hati yang baru. Apa yang kau sembunyikan dari matamu??? Sesuatu yang tak boleh aku sibak, karena aku tau bahwa semua tidak jujur, bahwa ada sakit yang sama-sama ditinggalkan.

“Berhentilah bermain-main dengan kenangan, Bangkitlah..” jiwaku memberontak membuncah ruah, dari satu sisi yang lain ingin tetap bertahan, untuk kali ini logika tolong menangkankan pertikaian hati, jangan biarkan perasaan mengalahkan lagi apa yang seharusnya kau menangkan.

Kulipat kertas yang sedari tadi aku torehkan namanya, kubuat perahu kecil dan mengalir bersama genangan air, biar hujan ini menjadi saksi, bahwa aku telah berdiri dan berjalan pulang, tidak ada lagi kata menunggu. Aku telah berlajar berserah diri bahwa bentuk takdir yang kita temui, semua diciptakan untuk tujuan yang baik.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda